Vacuum dalam keseharian adalah suatu kondisi dimana jumlah molekul udara lebih sedikit dibandingkan dengan atmosfer di sekitar kita, atau secara teknis adalah dimana tekanan udara berada di bawah 1 atm. Ternyata banyak hal-hal menarik yang terjadi pada kondisi ini. Pada tahun 1654, Otto von Guericke melakukan eksperimen dengan bola Magdeburg, yang terdiri dari dua belah kubah terpisah. Kedua kubah tersebut disatukan, kemudian udara didalam bola dikeluarkan oleh semacam vacuum pump sederhana. Kedua belah kubah yang disatukan tersebut tidak bisa dipisahkan oleh 16 ekor kuda! Sedikitnya molekul gas juga mengurangi hambatan yang disebabkan oleh udara. Bila kita menjatuhkan sehelai kertas dan sebuah bola bowling pada kondisi vacuum, maka kedua benda tersebut akan berhenti pada waktu yang sama.

 

 

Dalam vacuum, sebuah partikel dapat menempuh jarak lebih jauh sebelum bertabrakan dengan partikel gas. Hal ini memiliki banyak manfaat di bidang riset dan teknologi, dan tentu saja di dunia manufaktur yang membuat barang-barang yang kita gunakan setiap hari. Vacuum dapat digunakan untuk membuat benda mulai dari plastik untuk bungkus makanan, reflektor lampu mobil kita, hingga display yang Anda gunakan untuk membaca artikel ini. Tentu ada juga aplikasi vacuum yang lebih eksotis, seperti yang terdapat pada akselerator partikel maupun Large Hadron Collider. Kita akan membahas aplikasi tersebut pada artikel yang lainnya.