Bayangkan Anda sedang bekerja di dalam sebuah ruangan yang tidak dilengkapi dengan penyejuk, dengan beberapa orang di dalam ruangan pada saat cuaca sedang panas. Tidak butuh waktu lama sebelum Anda merasa tidak nyaman, dan udara di ruangan tersebut terasa makin pengap dengan berjalannya waktu. Mungkin kita dapat membuka jendela ruangan lebar-lebar, dan berharap bahwa udara yang mengalir dapat menyingkirkan udara panas. Tapi saat cuaca sedang panas terik, membuka jendela tidak akan berpengaruh banyak.

Pada tahun 1902, Willis Carrier menemukan air conditioner modern yang pertama di Buffalo, New York. Prinsipnya sederhana, udara panas dialirkan melalui pipa yang didinginkan oleh air, sehingga udara yang keluar dari pipa tersebut menjadi lebih dingin. Saat ini, air conditioner menggunakan prinsip pertukaran panas dengan menggunakan refrigerant. Dalam siklus ini, refrigerant seperti Freon memasuki kompresor sebagai uap. Uap refrigerant tersebut kemudian ditekan dalam kondisi entropi yang konstan dan keluar dari kompresor dalam kondisi “superheated”. Selanjutnya uap superheat akan dialirkan ke condenser yang akan membuang panas latendalam kondisi tekanan dan temperatur yang konstan, sehingga refrigerant akan berubah kembali menjadi cairan. Setelah itu cairan refrigerant akan melalui expansion valve yang menyebabkan tekanan turun secara drastis. Hal ini mengakibatkan refrigerant secara cepat berubah menjadi campuran uap dan cairan dengan temperatur dan tekanan yang cukup rendah. Selanjutnya refrigerant tersebut akan mengalir ke evaporator, dimana wujudnya akan berubah kembali menjadi uap dengan mengambil panas dari ruangan (sisi evaporator adalah ruangan yang akan didinginkan). Setelah itu refrigerant akan kembali ke kompresor untuk menutup satu siklus termodinamika.

1. Condenser  2. Expansion Valve  3. Evaporator  4. Compressor

 

Pada masa lampau, refrigerant biasanya dibuat dari bahan yang mudah meledak seperti amonia atau propana. Thomas Midgeley Jr menemukan chlorofluorocarbon (CFC) yang stabil pada 1928. DuPont kemudian mematenkan merk Freon untuk senyawa CFC, HCFC dan HFC. Saat ini R-134A merupakan refrigerant paling umum yang digunakan. Akan tetapi semua senyawa tersebut dapat mempercepat terjadinya perubahan iklim. Hal ini mendorong transisi dimana refrigerant yang ramah lingkungan seperti R-600 dan R-290 penggunaannya akan makin meluas. Performa air conditioner sendiri sangat berhubungan dengan proses pengisian refrigerator ke dalam produk. Proses ini umum dikenal dengan sebutan “vacuum gas charging”.

Vacuum gas charging diawali dengan proses vacuum dimana udara di dalam pipa penukar panas dikeluarkan dengan vacuum pump, sehingga pengisian refrigerant tidak akan terhalang oleh udara tersebut. Selanjutnya refrigerant akan dimasukkan ke dalam pipa-pipa tersebut dengan prinsip perbedaan tekanan. Di Ulvac, kami menciptakan vacuum pump dan refrigerant charging machine yang sangat cocok digunakan dalam proses manufaktur air conditioner. Refrigerant charging machine kami bisa digunakan untuk menangani R-134A, R-600 maupun R-290. Dan untuk memastikan bahwa produk anda bebas dari kebocoran, Ulvac juga menciptakan mesin leak test yang menggunakan helium sebagai tracer gas yang paling akurat.