“Pernahkah kita membayangkan apa yang dikonsumsi oleh astronot saat mereka ada diluar angkasa?  Jawabannya adalah makanan kering dari teknologi freeze drying !”

Di masa sebelumnya  proses freeze drying pertama kali diaplikasikan untuk produk makanan dengan tujuan untuk memperpanjang masa simpannya tanpa membutuhkan pendingin.  Kopi merupakan salah satu produk pertama yang diproduksi dengan menggunakan teknologi freeze drying. Selain kopi, semakin banyak produk makanan atau minuman yang yang menggunakan teknologi freeze drying, seperti sayur, buah, daging, ikan, produk olahan susu, herbal dan perasa makanan sukses menggunakan teknologi freeze drying. 

Beberapa orang mungkin masih belum mengetahui apa itu proses beku kering atau biasa disebut freeze drying. Freeze drying merupakan proses yang biasa disebut liofilisasi untuk menurunkan temperature produk dibawah titik beku, dan setelah itu tekanan vacuum yang tinggi diaplikasikan untuk mengekstrasi kandungan air dalam bentuk uap. Uap tersebut terkumpul dalam suatu condenser, kembali menjadi es dan dihilangkan. Pada akhirnya, kenaikan temperature secara bertahap mengekstrasi semua sisa uap air yang terikat dalam suatu produk. Proses ini mempertahankan struktur fisik produk makanan tersebut dan mempertahankannya untuk di hidrasi ulang di kemudian hari.

Lalu apa keterkaitan mesin vacuum freeze drying dengan masalah food waste ? Belakangan ini masalah food waste menjadi salah satu issue yang mendapatkan perhatian cukup besar dari banyak organisasi diseluruh dunia. Banyak cara yang layak untuk dicoba dalam rangka menyelesaikan masalah food waste. Menurut data yang didapat dari beberapa media, di Indonesia terdapat sekitar 13 juta ton / tahun makanan yang terbuang. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan masih banyaknya orang miskin yang kelaparan di Indonesia. Indonesia adalah produsen yang cukup besar untuk buah-buah tropis namun hanya karena kita tidak memiliki teknologi yang cukup maju dan rantai pendingin yang belum bias dikatakan  ideal untuk menjaga kesegaran, buah-buahan tersebut tidak bisa di jual di local maupun export. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah buah-buahan tersebut berakhir ditempat sampah. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, teknologi freeze drying memiliki peran yang penting untuk membuat buah-buahan atau bahkan makanan lainnya dapat di export ke negara lain. Dengan teknologi freeze drying, makanan dapat dikeringkan pada suhu yang sangat rendah tanpa merusak penampilan fisiknya. Dan sebagai tambahan, tanpa dukungan lemari pendingin dan selama dikemas secara rapat, buah kering atau makanan kering lainnya dapat disimpan dalam waktu yang lama. 

 

                                              

 

ULVAC sebagai pemimpin di bidang teknologi vacuum sejak tahun 1952 menyediakan mesin vacuum freeze drying dengan kualiats terbaik yang dimana sesuai untuk banyak jenis industry seperti industry makanan, R&D, farmasi dan industry lainnya yang membutuhkan teknik pengeringan beku. 

ULVAC tidak hanya sebatas menyediakan mesin vacuum freeze drying, namun ULVAC juga menyediakan field support service yang dimana akan sangat dibutuhkan oleh para konsumen yang ada di Indonesia.