Ada saat-saat dimana Anda ingin menyimpan sesuatu yang panas agar tetap panas, dan sesuatu yang dingin juga tetap dingin. Sebagai contoh, Anda sedang bepergian dan Anda ingin membawa air panas agar dapat membuat kopi sewaktu-waktu. Contoh lain adalah saat anda ingin menyimpan nitrogen cair setelah di-tap LN2 Generator. Anda tentu ingin mempertahankan temperaturnya tetap rendah sehingga nitrogen tersebut tetap berwujud cair. Tapi seiring dengan waktu, benda yang ingin Anda simpan tersebut akan mengalami perubahan temperatur. Secara berangsur temperaturnya akan cenderung sama dengan temperatur lingkungan sekitarnya. Alasan mengapa hal ini terjadi adalah satu: perpindahan panas.

Benda-benda dengan temperatur yang berbeda cenderung untuk mencapai keadaan setimbang. Benda tersebut berusaha menyamakan suhu dengan lingkungan sekitarnya, baik dengan cara menyerap atau melepaskan panas. Fenomena pertukaran panas dan mekanismenya dijelaskan dengan teori perpindahan panas (heat transfer). Ada beberapa cara bagaimana panas bisa berpindah. Konduksi adalah perpindahan panas melalui tumbukan atom atau pergerakan elektron dalam sebuah benda. Ini adalah perpindahan panas yang umum ditemui pada benda padat. Mekanisme lain adalah konveksi, dimana panas berpindah melalui pergerakan fluida baik cair maupun gas. Mekanisme yang terakhir adalah perpindahan panas dengan efisiensi yang terkecil, yaitu radiasi, dimana panas berpindah melalui radiasi gelombang elektromagnetik karena getaran atom. Jika kita ingin mempertahankan suhu suatu benda, kita harus meminimalisir perpindahan panas yang terjadi. Hal ini bisa dicapai dengan mengaplikasikan insulator, yang berfungsi sebagai penghambat agar panas tidak berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Dan salah satu insulator terbaik di alam adalah: vacuum.

Keadaan yang kita sebut vacuum memiliki sedikit sekali material di dalamnya, seolah-olah tidak ada apa-apa. Oleh karena itu, kondisi vacuum mengeliminasi terjadinya perpindahan panas karena proses konduksi dan konveksi. Satu-satunya perpindahan panas hanya melalui radiasi. hal ini dikarenakan gelombang elektromagnetik dapat merambat melalui kondisi vacuum. Contohnya adalah panas dari matahari yang dapat mencapai bumi meski ruang angkasa dalam kondisi vacuum. Karena efisiensinya yang kecil, perpindahan panas yang terjadi pada benda yang diinsulasi dalam vacuum container akan sangat kecil pula, sehingga temperatur dapat dipertahankan dalam waktu yang lama.

Insulasi secara vacuum ini dapat ditemui pada tabung Dewar, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan “Thermos”. Contoh lain adalah penyimpanan gas cair pada perusahaan-perusahaan gas ternama, yang biasa disebut dengan cryo-tank. Penyimpanan gas cair ini memiliki dua lapis dinding dengan rongga kosong diantara dinding tersebut. Udara pada rongga tersebut dipompa ke luar sistem dengan menggunakan vacuum pump. Ulvac sendiri memproduksi vacuum pump dengan ultimate pressure yang sangat baik untuk aplikasi insulator panas. Ulvac bahkan menyediakan mechanical booster system yang dilengkapi dengan control unit untuk melakukan proses vacuum pada cryo-tank dengan ukuran sangat besar.